Kamis, 02 Februari 2012

Pelajaran dari Suatu Perjalanan

Jadi ceritanya Rabu kemaren saya berangkat ke Bogor, untuk berkunjung ke rumah kakak dan berlibur tentunya. Perjalanan ke Bogor ku tempuh dengan Bus.
Sebelum berangkat aku beli tiket dulu. Alhamdulillah dapet tiket Bus Eksekutif tanpa toilet. keberangkatan bus dijanjikan jam 16:30 wib. Otomatis sebelum jam itu aku udah harus nyampek di terminal agar tidak ketinggalan bus. Tapi yang terjadi apa coba?? Udah jam 18:00 bus tak kunjung datang. Aku pun binggung, gelisah, cemas, dkk langsung aja aku tanya kepada agen yang menjual tiket tersebut.Dia bilang "bus sebentar lagi sampai kok". Ok aku masih bersabar. Tiba-tiba beberapa menit kemudian penjual tiketnya nyamperin aku dan bilang "maaf mas busnya tidak berangkat, bagaimana kalau keberngkatannya ditunda sampai besuk aja mas?. Aku pun kaget, aku tak tau harus bagaiman kalau mau di cancel sama aja udah malam, udah ga ada bus jurusan Bogor, akhirnya aku bilang ya udah tidak apa-apa ditunda besuk. Akhirnya aku sms orang yang ada di rumah untuk menjeput di terminal. Sms belum sempat dikirim, penjual tiket menghapiri saya dan bilang " mas silahkan maz ikut Bus Seri ini dulu sampai Ngadirejo, nanti di Ngadirejo pindah Ke Bus yang Jurusan Bogor. Bus tersebut Eksekutif dengan toilet. Mohon maaf atas ketidaknyaman mas., tiketnnya pakai itu saja dan tidak usah ditambahin" . Dalam hatiku berkata "oh really", senengnya aku dapet Bus VIP dengan harga murah :D. Untung saja aku belum membatalakan tiketnya.. Alhamdulillah yah something.
Aku pun langsung bergegas untuk naik ke Bus, dan duduk di bagian belakang (maklum aku cuman numpang smpai ngadirejo doang). Sesampainya di Ngadirejo aku langsung turun dan kemuadian menunjukkan tiket dan naik ke Bus yang jurusan Bogor. Yeah lumayan isi bus ga begitu banyak, sehingga bisa milih-milih tempat duduk. aku pun duduk dengan seorang bapak yang dimana dia adalah masih satu daerah denganku. Sepanjang perjalan aku pun ngobrol dengan bapak tersebut dan banyak hal yang bisa aku ambil.
Tak terasa perjalanan Temanggung Bogor hampir berakhir. Aku turun di daerah warung jambu. Kebetulan saat aku turun ada penumpang lain yang juga turun. Aku lihat sekilas sepertinya orangnya normal, tetapi setelah turun aku baru sadar kalau orangtersebut tuna netra. Seorang tuna netra memberanikan diri perjalanan jauh dari Magelang sampai Bogor sendirian. Aku pun bertanya kepada orang tersebut " mau kemana pak, mungkin bisa saya bantu untuk menyebrang jalan" . Bapak tersebut menjawab " au ke gang menteng, tolong carikan saya angkot 07 ya dek" . "Oh kebetulan pak aku juga mau ke gang menteng, bareng dengan aku aja pak" jawabku. Aku pun berjalan mencari tempat pangkalan angkot 07 dengan baik tersebut. Dan sesampainya di pangkalan kami langsung naik. Di dalam angkot bapak tersebut bercerita banyak tentang kehidupannya, aku pun tak tega dan rasa haru pun muncul.  Walaupun memiliki keterbatasan bapak tersebut tetap semangat dalam menjalani hidup sehari-hari dan tetap bersyukur atas apa yang diberikan Allah Swt. Aku terdiam dan berfikir "Sekarang banyak orang yang kurang beruntung tetapi meraka bisa bersyukur, kenapa orang-orang yang lebih beruntung masih saja mengeluh"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar